- Gubernur Gurindam Bangka Belitung Eko Maulana Ali
malam memeram mantera gendammu
maka embun mematangkan
berhamburanlah mantera
menghimpun bonekaboneka batu
di balaibalai temu
hendak menghirup paruparu jantung rumpun bambu
ingatlah
pada keluhkesah kayukayu kelekak
bahwa jinjinjelek siaga di jalanjalan kampung
hendak rampas umbar manteramu
menukarnya dengan remah tanah merah
Sentul Bogor, 2008
setelah "www.jejaksajak.blogspot.com" berhenti mengelana (fesbuk : Gus Noy atau sayagusnoy@gmail.com)
Saturday, November 22, 2008
Nona Manado dalam Sarung
- Walikota Dzoel-Kareem
dari perjalanan dinas siang
sampai pendakian nadanada malam
nonamanado*) kauselinap dalam sarung
- sarung dari istrimu -
di toiletkamar
ia mengaraoke
lagu pasarbaru berlangitnyala
syair simpang lendir bauanyir
catatan dinas tersendat di sobekan kertas tisu
nadanada malam menggerenda sisa tenagamu
nonamanado terus berkaraoke
bergetargetar kain sarungmu
bergelenyar hingga gedunggedung burung
Sentul Bogor, 2008
*) LIONY, sebuah nama yang tidak jelas, asli atau palsu
dari perjalanan dinas siang
sampai pendakian nadanada malam
nonamanado*) kauselinap dalam sarung
- sarung dari istrimu -
di toiletkamar
ia mengaraoke
lagu pasarbaru berlangitnyala
syair simpang lendir bauanyir
catatan dinas tersendat di sobekan kertas tisu
nadanada malam menggerenda sisa tenagamu
nonamanado terus berkaraoke
bergetargetar kain sarungmu
bergelenyar hingga gedunggedung burung
Sentul Bogor, 2008
*) LIONY, sebuah nama yang tidak jelas, asli atau palsu
Singa Gaek Ompong
- Kulikata-kulikata Pangkalpinang
masih mengaum
para singa gaek ompong
dalam belukar kata kota
usai memangsa kepinding kecadak
aumaum mau menakuti rusarusa bukitbetung
tidak juga seberangi lautlaut
berputar di antara retak pepohon beton
rusarusa bukitbetung telah sampai seberang
di pulaupulau padangrumput hijau
sebab di tanah sendiri selalu berpesta
auman para singa gaek ompong
yang rakus menggasak semakonak
Sentul Bogor, 2008
masih mengaum
para singa gaek ompong
dalam belukar kata kota
usai memangsa kepinding kecadak
aumaum mau menakuti rusarusa bukitbetung
tidak juga seberangi lautlaut
berputar di antara retak pepohon beton
rusarusa bukitbetung telah sampai seberang
di pulaupulau padangrumput hijau
sebab di tanah sendiri selalu berpesta
auman para singa gaek ompong
yang rakus menggasak semakonak
Sentul Bogor, 2008
Serumpun Kata Sebalai Kesal
- Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Belitung Yan Megawandi
aku dengar
isak serumpun kata
yang kaurangkum dalam buku
balada bala lada
tidak terdengar
salam silaturahmi
pada balai temu masyarakatkata
- mungkin kaupikir katakata yatimpiatu
sedang tuan kata tiada lagi bertuah -
aku dengar
keluhkesal sejumput kata
yang tak sanggup kaurangkum
dalam kamus jiwa
dalam urai inti insani
Sentul Bogor, 2008
aku dengar
isak serumpun kata
yang kaurangkum dalam buku
balada bala lada
tidak terdengar
salam silaturahmi
pada balai temu masyarakatkata
- mungkin kaupikir katakata yatimpiatu
sedang tuan kata tiada lagi bertuah -
aku dengar
keluhkesal sejumput kata
yang tak sanggup kaurangkum
dalam kamus jiwa
dalam urai inti insani
Sentul Bogor, 2008
Monday, November 17, 2008
Atas Nama Uban Tsunami
- LK Ara
kau datang bawa tsunami
sambangi kotakota kami
disambut dencakdambus
sahutsahutan pantun
bahasasantun orangorangtua
diarak khalayak
kau manggutmanggut
menghitung isi lumbunglada gudangtimah
tempat leluhur kami menyimpan mimpi
atas nama ubanmu
tsunami menyaru puisi
menyelinap di sela pintu lumbung gudang
menyelip karungan lada karungan timah
menyusuri peta rentamu
kau pulang tanpa sedikit kenduri perpisahan
tinggal lubanglubang camuy
kelilingi pangkeng kami
Sentul Bogor, 2008
kau datang bawa tsunami
sambangi kotakota kami
disambut dencakdambus
sahutsahutan pantun
bahasasantun orangorangtua
diarak khalayak
kau manggutmanggut
menghitung isi lumbunglada gudangtimah
tempat leluhur kami menyimpan mimpi
atas nama ubanmu
tsunami menyaru puisi
menyelinap di sela pintu lumbung gudang
menyelip karungan lada karungan timah
menyusuri peta rentamu
kau pulang tanpa sedikit kenduri perpisahan
tinggal lubanglubang camuy
kelilingi pangkeng kami
Sentul Bogor, 2008
Secangkir Kopi Susu
- Jocylen
mereka menunggu adukan kopisusu
sedang hitam silam masih mengadu rindu
: percumbuan bulanbiru
masih mereka menunggu secangkir kopisusu
para peracik sibuk mengatur waktu
: kopisusu mencumbu bulanbiru
Sentul Bogor, 2008
mereka menunggu adukan kopisusu
sedang hitam silam masih mengadu rindu
: percumbuan bulanbiru
masih mereka menunggu secangkir kopisusu
para peracik sibuk mengatur waktu
: kopisusu mencumbu bulanbiru
Sentul Bogor, 2008
Saturday, July 21, 2007
Geram Alam
masih kau pikir kami kelak akan gelak ?
kini duduk di kursi usai menebar janji di pematang kami
lalu laut melumat ujung sajadah
meluputkan tagihan orang asing
meski munir akhirnya martir
seribu janji tak henti kau tebar
sembari kau gerus kaki kami dengan tangantangan besimu
pincang kami mengais sisasisa senja, sampah musim kemarau
kemudian berdiri, kau mengibar sesobek bendera
karna tanah kami luluhlantak
melupakanmu pada janji kemarin
tapi mengingatmu untuk kembali menabur janji
sepertinya fajar akan menumbuhkan padi
sedang kau bermain beras bersama orang asing
hama justru menyerbu gubukgubuk
menuai hajat anakanak
wereng kehilangan mangsa karena padi berbuah beton
janjijanji dan amuk kemarau jadi makanan pokok kami
masih kau pikir kami kelak akan gelak ?
lalu kau berjalan sembari bergurau tentang musim poligami
membelakangi musim rodaroda rontok
dan nagaair membelit leher
menggigit kepala kami
manalah kau mampu lihat serta rasa sekarat kami
karna kau selalu tengadah
menghitung mendung berisi untung
berharap hujan menyirami pematang agar benihbenih janji tumbuh
bisa panen besarbesaran sehabis musim airmata
pematang kami mana bisa menumbuhkan benihbenih janjimu
karna kau telah menujahnujah tunasnya
dan membiarkan akarakar beringin menikam pematang
menyemburlah bertrilyun liter darah kotor
seperti laut
melumat, menelan, menenggelamkan bumi
maka janjijanji sunyimu menuju basi oleh cendawan candamu
karena rombongan ombak memboyongnya
mengarak gegap soraksorai bagai pawai dirgahayu
di bawah legam geram alam
dan kau terus menyanyi lagu pelangi alangkah indah
sedang telingamu telah tuli pada paduan elegi kami menimang malam
masih kau pikir kami kelak akan gelak ?
*******
gang jablay, pertengahan mei 2007
kini duduk di kursi usai menebar janji di pematang kami
lalu laut melumat ujung sajadah
meluputkan tagihan orang asing
meski munir akhirnya martir
seribu janji tak henti kau tebar
sembari kau gerus kaki kami dengan tangantangan besimu
pincang kami mengais sisasisa senja, sampah musim kemarau
kemudian berdiri, kau mengibar sesobek bendera
karna tanah kami luluhlantak
melupakanmu pada janji kemarin
tapi mengingatmu untuk kembali menabur janji
sepertinya fajar akan menumbuhkan padi
sedang kau bermain beras bersama orang asing
hama justru menyerbu gubukgubuk
menuai hajat anakanak
wereng kehilangan mangsa karena padi berbuah beton
janjijanji dan amuk kemarau jadi makanan pokok kami
masih kau pikir kami kelak akan gelak ?
lalu kau berjalan sembari bergurau tentang musim poligami
membelakangi musim rodaroda rontok
dan nagaair membelit leher
menggigit kepala kami
manalah kau mampu lihat serta rasa sekarat kami
karna kau selalu tengadah
menghitung mendung berisi untung
berharap hujan menyirami pematang agar benihbenih janji tumbuh
bisa panen besarbesaran sehabis musim airmata
pematang kami mana bisa menumbuhkan benihbenih janjimu
karna kau telah menujahnujah tunasnya
dan membiarkan akarakar beringin menikam pematang
menyemburlah bertrilyun liter darah kotor
seperti laut
melumat, menelan, menenggelamkan bumi
maka janjijanji sunyimu menuju basi oleh cendawan candamu
karena rombongan ombak memboyongnya
mengarak gegap soraksorai bagai pawai dirgahayu
di bawah legam geram alam
dan kau terus menyanyi lagu pelangi alangkah indah
sedang telingamu telah tuli pada paduan elegi kami menimang malam
masih kau pikir kami kelak akan gelak ?
*******
gang jablay, pertengahan mei 2007
Subscribe to:
Posts (Atom)